Terpilih Ketua IBCA MMA Kaltim, Agusriansyah Ridwan Siapkan Atlet Hadapi PON Bela Diri Manado 2026
Foto bersama usai pelaksanaan Musprovlub IBCA MMA Kalimantan Timur, Rabu 22 Juli 2026 (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KALTIM: Baru terpilih sebagai Ketua Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan mulai memetakan sejumlah agenda kepengurusan barunya.
Salah satunya
mempersiapkan atlet-atlet potensial Kaltim menghadapi PON Bela Diri di Manado
2026 agar mampu bersaing dan meraih prestasi.
Agusriansyah terpilih
melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) IBCA MMA Kaltim yang
digelar di Kopi Kuno, Jalan KH Abdurrasyid, Samarinda, Rabu (22/7/2026). Ia
terpilih menggantikan Surpani Sulaiman sebagai Ketua IBCA MMA Kaltim.
Mengawali kepengurusan,
Agusriansyah akan lebih dulu memetakan kekuatan yang dimiliki Kaltim untuk
menentukan fokus persiapan menghadapi agenda pertandingan terdekat.
Pemetaan tersebut nantinya
akan menjadi dasar untuk menentukan nomor yang perlu mendapat perhatian lebih
dalam pembinaan.
Terlebih, lanjutnya,
terdapat sekitar 18 nomor pertandingan yang menjadi peluang bagi Kaltim untuk
meraih prestasi.
“Otomatis dengan
nomor-nomor yang dipertandingkan inilah nanti fokus kita untuk betul-betul
digenjot. Sehingga betul-betul secara keseluruhan medali yang dilombakan, dari
kurang lebih 18 nomor yang dilombakan itu, kita bisa maksimal untuk
memenangkannya,” ujarnya.
Persiapan atlet akan
berjalan beriringan dengan penguatan organisasi hingga tingkat kabupaten dan
kota.
Pengurus cabang (Pengcab)
akan menjadi bagian penting dalam mencari serta membina potensi atlet di
daerah.
“Yang paling utama itu adalah memang nanti
bagaimana kita menggerakkan Pengcab dan mengintensifkan Pengcab itu betul-betul
mampu memunculkan atlet yang terbaik,” jelasnya.
Selain atlet, Agusriansyah
menaruh perhatian pada kualitas perangkat pertandingan.
Sertifikasi dan
peningkatan kompetensi wasit menjadi salah satu agenda yang akan dikerjakan
dalam waktu dekat.
“Saya rasa jangka
pendeknya tentunya kita akan segera bagaimana memikirkan, tadi sudah saya
sampaikan sebenarnya, adalah untuk memberikan sertifikasi, pelatihan wasit,”
sebutnya.
Kepengurusan baru juga
berencana menghadirkan ruang kompetisi di tingkat daerah sebagai bagian dari
proses mencari potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh.
“Nah, tentunya yang kedua
adalah bagaimana untuk mengadakan dulu turnamen lokal Kalimantan Timur, untuk
melihat potensi-potensi anak-anak Kaltim di cabor ini,” ucapnya.
Pembinaan tersebut
diharapkan tidak berhenti pada agenda nasional. Kesempatan atlet Kaltim untuk
berkembang hingga ke tingkat yang lebih tinggi turut menjadi bagian dari arah
jangka panjang kepengurusan baru.
“Apalagi ada yang
disampaikan DPP bahwa ke depan itu ada kejuaraan-kejuaraan secara nasional dan
secara internasional. Tentu itu betul-betul harus menjadi target jangka panjang
kita,” ujarnya.
Rencana yang mulai disusun
kepengurusan baru itu bersambut dengan target yang dipasang KONI Kaltim.
PON Bela Diri di Manado
2026 yang akan di mulai pada awal bulan Agustus mendatang menjadi salah satu
kesempatan terdekat bagi IBCA MMA untuk menunjukkan hasil pembinaan atlet.
Wakil Ketua II KONI
Kaltim, Dandri Dauri berharap IBCA MMA mampu memaksimalkan 18 nomor yang
dipertandingkan pada PON Bela Diri.
“Harapan saya tentu dari
18 nomor tanding, paling tidak separuh lebih kalau syarat menjadi juara umum,”
kata dia.
Untuk mengejar target
tersebut, IBCA MMA diminta memetakan nomor-nomor potensial. Hasilnya akan
menjadi dasar KONI Kaltim melalui bidang pembinaan prestasi (Binpres) dalam
menentukan fokus pembinaan.
“Ketika sudah ada rumusan
itu, maka kami KONI kaltim melalui Binpres akan fokus mengarahkan pembinaan
itu, biar fokus ke medali yang akan diraih,” jelasnya.
Dukungan terhadap
persiapan IBCA MMA Kaltim juga datang dari pengurus pusat.
Potensi atlet bela diri
yang dimiliki Kaltim dinilai menjadi modal yang dapat dikembangkan oleh
kepengurusan baru.
Sekretaris Jenderal PP
IBCA MMA, Maraden Lumban Toruan menilai Kaltim memiliki banyak potensi atlet
bela diri yang dapat dikembangkan oleh kepengurusan baru.
Menurutnya, Musprovlub
menjadi bagian dari keberlanjutan organisasi yang sebelumnya telah berjalan dan
menjadi anggota KONI Kaltim.
“Dengan adanya Musprovlub
ini sebenarnya hanya mengganti nahkoda saja. Organisasinya sudah jalan, sudah menjadi
anggota KONI, sudah diresmikan di KONI Kaltim,” tuturnya.
PP IBCA MMA juga siap
mendukung peningkatan sumber daya manusia untuk memperkuat kemampuan atlet.
“Kami dari pusat juga akan
membantu terkait SDM, mungkin pelatih ground yang akan kami kirimkan ke sini.
Kalau masalah stand up untuk pertarungan atas, Kaltim saya tidak khawatir
karena memang basic-nya di sini,” ujarnya.
Dengan potensi yang
dimiliki, Maraden optimistis atlet Kaltim dapat berkembang hingga bersaing pada
kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
“Saya sangat percaya
ketika nanti PON Bela Diri, Asia Championship maupun World Championship, atlet
dari Kaltim bisa bersaing,” tutupnya. (kriz)